
Kantor hak asasi PBB, OHCHR, mengatakan telah mencatat 752 korban sipil di Ukraina, termasuk 227 orang tewas dan 525 orang terluka, antara 24 Februari, ketika Rusia menyerbu, dan Selasa tengah malam.
"OHCHR percaya bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi," katanya dalam sebuah pernyataan.
Badan hak asasi PBB iru mengatakan bahwa sebagian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket multi-peluncuran, dan serangan udara.
BACA JUGA: Menlu Rusia Bikin Cemas, Sebut Soal Perang Dunia 3 dan Nuklir
Jumlah tersebut dikatakan lebih dari totalkorban sipil yang dicatat oleh OHCHR di zona konflik Ukraina timur" dari 2012 hingga 2018.
Kementerian Kesehatan Ukraina sendiri pad pada Minggu (28/2) melaporkan 352 kematian warga sipil, dan pada Selasa (1/3) menyebutkan bahwa 16 anak telah meninggal.(*)
BACA JUGA: Prajurit Rusia di Ukraina: Menangis dan Tolak Perintah Komandan
Kalian wajib tonton video yang satu ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News