
GenPI.co - Iran telah menghentikan produksi di salah satu fasilitas nuklir yang diserang israel pada Juni 2021 lalu dan mengalihkan pekerjaan ke situs lain.
Hal itu diungkapkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada, Senin (31/1).
“Langkah itu menanggapi masalah keamanan setelah serangan itu, dengan situs baru lebih terlindungi", kata seorang diplomat Eropa kepada AFP.
BACA JUGA: Jet Tempur Jepang Tiba-tiba Hilang, Pasukan Bela Diri Panik
Kompleks TESA di Karaj, yang dekat dengan ibukota Teheran, menjadi tuan rumah lokakarya untuk membangun komponen sentrifugal, mesin yang digunakan untuk memperkaya uranium.
Iran mengatakan kamera di lokasi itu rusak pada 23 Juni 2021 selama apa yang disebutnya operasi "sabotase" Israel.
BACA JUGA: Damaskus Berguncang, Serangan Udara Rudal Israel Sungguh Ngeri
Setelah kejadian itu, IAEA yang berbasis di Wina mengatakan tidak menerima izin untuk mendapatkan akses dan mengganti peralatan pengawasan yang rusak dalam serangan itu.
Kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan pada bulan Desember dan kamera baru dipasang.
BACA JUGA: Filipina Beli Rudal Supersonik, China Bisa Keteteran di LCS
Namun, Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi mengatakan Iran telah memberi tahu Badan tersebut pada 19 Januari bahwa mereka bermaksud untuk memproduksi tabung rotor dan bellow centrifuge di lokasi baru di Esfahan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News