
GenPI.co - Festival musik elektronik yang diselenggarakan di salah satu bagian di gurun Arab Saudi begitu meriah. Digelar akhir pekan lalu, acara pesta ini dihadiri oleh lebih 180 ribu orang.
Meski bergerak modern pasca Pangeran Mohammed bin Salman memegang pemerintahan secara de facto, namun negara itu tidak meninggalkan keislamannya.
Musik seketika berhenti ketika waktu adzan tiba, membuat para hadirin yang mengenakan skinny jeans robek dan sepatu boot tempur berdiri dalam keheningan.
BACA JUGA: Kekuatan Milenial Guncang Chili, Presiden Barunya Masih Belia
Lima belas menit kemudian, ketika tugas keagamaan selesai, ribuan pengunjung pesta kembali bergoyang.
Laki-laki dan perempuan menari dengan sikap acuh tak acuh. Padahal 5 tahun lalu, pesta-pesta seperti tidak pernah terlintas di benak masyarakat negara kerajaan konservatif itu.
BACA JUGA: Peringatan 3 eks Jenderal, Pemberontakan Besar usai Pemilu 2024
Festival yang berlangsung selama 4 hari itu heboh luar biasa. Disebut sebagai MDL Beast Soundstorm, festival itu didukung penuh oleh pemerintah Saudi.
Pengunjung bisa menikmati pertunjukan oleh DJ global seperti Tiesto dan Armin van Buuren.
BACA JUGA: Ucapan Keras Paus Fransiskus, Sampai Keluar Kata Satanis
"Izinkan kami maju, izinkan kami untuk mewakili diri kami dengan cara yang kami rasa cocok," kata Pangeran Fahad Al Saud.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News