
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Washington sangat prihatin dengan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa damai.
Dia menambahkan di Twitter bahwa rakyat Iran memiliki hak untuk menyuarakan rasa frustrasi mereka dan meminta pertanggungjawaban pemerintah mereka.
Demonstrasi tersebut adalah yang terbaru sejak protes dimulai pada 9 November di Isfahan, sekitar 340 kilometer (210 mil) selatan Teheran.
BACA JUGA: Demi Orang China, Varian Virus Corona Baru Dinamakan Omicron
Namun aksi protes pada hari Jumat adalah yang pertama berubah menjadi kekerasan.
Jenderal Karami memperkirakan, antara 30.000 dan 40.000 petani dan penduduk kota muncul untuk pertemuan minggu lalu.(*)
BACA JUGA: Keganasan Omicron Bikin Israel Bertindak, Ahli Bilang Terlambat
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News