
GenPI.co - Ribuan orang turun di jalan-jalan Hebron, pada hari Jumat (25/6) di pemakaman seorang kritikus Otoritas Palestina yang meninggal dalam tahanan.
Para pengunjuk rasa memprotes dan mendesak berakhirnya kekuasaan 16 tahun Presiden Mahmoud Abbas.
Nizar Banat adalah seorang kritikus terkemuka Palestina yang dikenal karena video di media sosial.
BACA JUGA: Media Israel Sebut Serangan di Fasilitas Nuklir Iran Akibatkan...
Dia meninggal pada hari Kamis (24/6) setelah ditangkap oleh petugas dinas keamanan Palestina.
Menurut anggota keluarga Banat, mereka menyaksikan dia dipukuli dengan kejam selama delapan menit berturut-turut sebelum petugas menyeretnya pergi.
BACA JUGA: Akses Gaza masih Dibatasi, Hamas dan Sekutunya Lontarkan Ancaman
“Keluar, keluar, Abbas. Ini adalah suara semua orang,” teriak pengunjuk rasa.
Bendera hijau dihiasi dengan kaligrafi Arab putih, yang sering dikaitkan dengan kelompok Hamas, menghiasi prosesi tersebut.
BACA JUGA: Presiden Joe Biden Bersumpah, ini Soal Ribuan Warga Afghanistan
Para pendemo menyerukan sligan yang paling terkenal dari revolusi Arab 2011 yakni “Rakyat ingin menggulingkan rezim!”
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News