
GenPI.co - Pejuang dari kelompok Pasukan Demokrat Sekutu (ADF) menewaskan 57 warga sipil di kamp-kamp pengungsian di Republik Demokratik Kongo (DRC) timur pada 31 Mei 2021 lalu.
UNHCR, badan pengungsi PBB, mengatakan serangan mematikan oleh ADF, yang diusir dari negara tetangga Uganda pada akhir 1990-an, telah memaksa sekitar 5.800 orang mengungsi dari beberapa lokasi pengungsian di provinsi Ituri timur.
“Pada tanggal 31 Mei, ADF secara serentak menyerang tempat-tempat pengungsian dan desa-desa di dekat kota Boga dan Tchabi, menewaskan 57 warga sipil," kata juru bicara UNHCR Babar Baloch kepada wartawan di Jenewa, seperti dilansir dari AFP, Jumat (4/6/2021).
BACA JUGA: Merinding! Serangan Brutal ISIS, 50 Orang Bergelimpangan di Kongo
Beberapa orang lainnya terluka dan 25 orang diculik, sementara lebih dari 70 tempat penampungan dan toko dibakar.
“Di kota Boga saja, 31 wanita, anak-anak dan pria terbunuh. Anggota keluarga yang berduka mengatakan kepada mitra UNHCR bahwa banyak kerabat mereka dibakar hidup-hidup di rumah mereka,” ucap Baloch.
BACA JUGA: WHO Lakukan Investigasi di Kongo, Hasilnya Bikin Mengejutkan
Badan tersebut menyerukan keamanan di wilayah itu untuk segera ditingkatkan untuk melindungi warga sipil, banyak dari mereka telah diserang dan dipaksa melarikan diri beberapa kali.
ADF adalah yang paling mematikan dari sejumlah kelompok bersenjata yang berkeliaran di Kongo timur yang kaya mineral.
BACA JUGA: Merinding! Kongo Jumpalitan, 20.000 Rakyatnya Hilang
Secara historis merupakan kelompok bersenjata Uganda yang bersembunyi di DRC timur sejak 1995. Pada bulan Maret, Amerika Serikat mengatakan ADF terkait dengan ISIL (ISIS).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News