
GenPI.co - Usai kalah perang dari Azerbaijan, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan memutuskan 'kabur' dengan mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (25/4).
Pashinyan telah mengahadapi tuntutan untuk mundur sejak mengambil keputusan untuk menandatangani perjanjian damai dengan Azerbaijan pada November 2020 lalu.
BACA JUGA: Merinding, Gempuran Maut Pemberontak Houthi Yaman Hancurkan Saudi
Perjanjian damai yang ditengahi oleh Rusia itu sekaligus mengakhiri perang antara dua negara berkonflik dalam perebutan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh.
Setelah pertempuran enam minggu yang merenggut sekitar 6.000 nyawa, perjanjian damai memaksa Armenia untuk menyerahkan sebagian wilayahnya ke Azerbaijan.
Tak lama setelah itu, Pashinyan mengumumkan perihal pengunduran dirinya dan juga menyampaikan tentang penyelenggaraan pemungutan suara.
"Saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai perdana menteri hari ini dan tetap untuk mengadakan pemungutan suara pada 20 Juni," ujar Pashinyan dikutip dari Reuters.
Pengunduran diri Pashiyan pun diikuti oleh seluruh anggota kabinetnya, meskipun demikian Pashinyan mengatakan akan terus memenuhi tugas sebagai kepala pemerintahan sementara.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News