
GenPI.co - Aktivis 98 protes masuknya Ketum Gerindra Prabowo Subianto ke dalam Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin jilid II. Para aktivisi menggelar aksi tutup mulut di depan Istana Negara, Selasa (22/10).
"Masuknya Pak Prabowo ke dalam kabinet itu membuat demokrasi kita tidak sehat. Saya rasa Pak Prabowo harusnya tetap jadi oposisi," kata Ketua koordinator aksi Aktivis 98 Aznil Tan.
Pedemo mengenakan masker yang bertuliskan 'Tutup Mulut' ketika melaksanakan aksi mereka selama satu jam sejak pukul 15.30 WIB. Anggota Aktivis 98 yang mengikuti aksi tutup mulut itu berjumlah lima orang sambil membawa kertas karton bertuliskan "Negara Tidak Boleh Takut", "Berbagi Lapak Rusak Demokrasi", "Tolak Pelanggar HAM", "Rakyat Bersamamu Pak Jokowi".
BACA JUGA: Kelakar Ramalan Santri Ganjar Pranowo tentang Prabowo Subianto
Selain alasan merusak praktik demokrasi, Aktivis 98 menilai Prabowo Subianto merupakan salah satu pelanggar HAM (Hak Asasi Manusia) sehingga tidak dapat menjadi Menteri terutama di bidang Pertahanan.
"Itu akan menciderai wibawa negara kita," kata Aznil Tan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News