
“Apalagi destinasi yang ada di daerah luar Jakarta, fasilitasnya banyak sekali yang masih belum ramah difabel,” ungkap Azril.
Untuk menuju pariwisata ramah penyandang disabilitas , Azril mengemukakan setidaknya ada empat hal yang mesti dibenahi pemerintah.
Pembenahan tersebut agar sejalan dengan global competitive index 2017-2018, yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF).
Pertama, safety dan security untuk para difabel. Indonesia saat ini dinilai memiliki tingkat kenyamanan dan keamanan yang rendah, khususnya untuk para difabel.
Kedua, kesehatan dan sanitasi atau kebersihan. Pariwisata Indonesia juga masih memiliki angka yang rendah untuk poin ini.
Ketiga, pariwisata yang ramah lingkungan.
Menurut Azril, saat ini masih banyak destinasi wisata di dalam negeri, yang kurang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Destinasi dinilainya, lebih mementingkan aspek ekonominya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News