
GenPI.co - Hari ini tepat dua tahun lalu semenjak kepergiannya. Namun, masih saja aku tidak bisa melupakan dia.
Senyumnya, tawa, hingga kebiasaan tangan yang memukul lembut pundakku saat terlalu bahagia, masih sangat terasa.
BACA JUGA: Perenang Tampan di Labuan Bajo, Kekasih Sesaatku
Dea adalah wanita pertama yang menyentuh hatiku. Ia memang tidak terlalu feminin, bahkan tak memiliki suara yang lembut saat berbicara pada banyak orang.
Tetapi, dia menjadi sosok yang sangat berbeda saat ada di dekatku. Kelakuan manjanya dan sentuhan lembut tangannya menyentuh pipiku, selalu buatku lemah tak berdaya.
Di tengah kegiatan yang padat usai latihan basket, aku ingin menjemput kekasihku, yang sedang kursus melukis. Aku meminta padanya untuk menungguku menjemputnya di tempat kursus.
Dengan menggunakan motor matic, aku menempuh perjalanan hingga dua jam lamanya dari Sentul menuju Jakarta Barat.
BACA JUGA: Hanya 4 Bulan Jadian, Si Pria Tampan Meninggalkan Aku Selamanya
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News