
Kemeriahan Imlek terasa pula di Banyuwangi. Di Kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini, Festival Imlek menjadi suguhan menarik yang mengetengahkan akulturasi masyarakat Tionghoa dan kesenian kha Banyuwangi. Acara tersebut berlangsung di di halaman Tempat Ibadah Tionghoa Indonesia (TITD) Hoo Tong Bio Banyuwangi, Selasa malam (19/2). Ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan
Berbagai lampion dan ornamen khas dari Tahun Baru Imlek semakin halaman sekitar Kelenteng Hoo Tong Bio semakin semarak. Nuansa berwarna merah tampak di mana-mana, bahkan hingga sepanjang jalan menuju Kelenteng Hoo Tong Bio. Semuanya menyambut Cap Go Meh dengan rasa syukur yang penuh
Pagelaran yang dimulai pukul 19.00 WIB ini menampilkan berbagai kesenian dan pertunjukan. Suguhan utamanya tentu saja kesenian Barongsai. Yang unik, atraksi ini dipadukan dengan Barong Using yang merupakan Khas Banyuwangi. Begitu juga bunyi-bunyiannya. Seperangkat gamelan suara selaras dengan tetabuhan khas negeri tirai bambu.
Ada juga atraksi Wushu. Seni beladiri asal Tiongkok ini ditampilkan dengan begitu apik. Mata memandang dengan takjub setiap gerakan atraktif yang ditampilkan. Tendangan, pukulan, lompata tinggi, hingga sabetan pedang membuat penonton berdecak kagum.
"Perayaan Imlek ini, menjadi simbol persatuan bagi kita, masyarakat Banyuwangi. Tidak hanya persatuan dengan kehadiran kita, tapi juga kesatuan dalam kebudayaan kita," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya
Di festival ini, pengunjung bisa menikmati lontong secara gratis. Pasalnya, penyelenggara sudah menyiapkan 10 ribu porsi lontong. Lontong ini juga menjadi simbol persatuan antara budaya Tionghoa dan tradisi khas Banyuwangi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News