
Komitmen untuk mencanangkan jurnalisme yang ramah terhadap pariwisata ditunjukkan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Caranya adalah kolaborasi dengan kementerian Pariwisata dalam sebuah gelaran Forum Group Discussion (FGD). Bertempat di Hotel Sari Pacific, Kamis (24/10), diskusi tersebut mengupas peran media sebagai salah satu unsur Pentahelix. Bersama empat unsur lainnya, media diajak untuk senantiasa kompak dan saling mendukung. Dengan begitu, iklim pariwisata yang kondusif dapat tercipta.
Ketua SMSI Auri Jaya dalam sambutannya mengatakan, ini kali pertama kolaborasi SMSI dengan Kemenpar. “Forum diskusi ini timbul dari keinginan SMSI akan sebuah bentuk jurnalisme yang ramah pariwisata,” jelas Auri.
Ia melanjutkan, SMSI saat ini beranggotakan 300 media online dengan kepengurusan di 27 provinsi. Selain itu, SMSI memiliki Cyber Indonesian Network (CIN), sebuah newsroom digital bersama di mana anggota-anggota SMSI mengirim dan mengambil berita untuk kemudian dipublikasikan di masing-masing portal online mereka.
“Dalam keadaan bencana, Crisis Center Kemenpar dapat memanfaatkan CIN untuk merilis berita-berita aktual terkait keadaan destinasi wisata yang terdampak. Ini diharapkan meminimalisir tersebarnya berita-berita hoax yang berdampak buruk pada industri pariwisata kita,” Auri menjelaskan.
Baca juga: Menpar Arief Yahya: Kompetitor itu Penting
Salah satu narasumber dalam forum diskusi itu adalah Sutopo Purwo Nugroho. Ia adalah Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo mengaku sudah hafal dengan serangan berita bohong atau hoax. Menurutnya, biasanya hoax muncul pasca terjadinya bencana. Bersama timnya, Sutopo sudah tahu bagaimana pola hoax tersebut bekerja.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News