.webp)
GenPI.co - Sudah 36 tahun Slank berkiprah. Grup band ini sukses mewarnai industri musik tanah air dengan ciri khasnya yang rock namun agak ‘slengehan’.
Dibentuk pada 1983, Slank yang awalnya bernama Cikini Stones Complex (CSC) ini memiliki basis fan yang kuat. Mereka orang-orang yang datang dari lintas generasi yang berbeda dan menyebut diri mereka Slankers.
BACA JUGA: Konser di GBK, Slank Undang Presiden Jokowi
Slank sendiri telah menghasilkan 26 album dan terus produktif. Teranyar adalah sebuah album berjudul ‘Slanking Forever yang dirilis pada Agustus 2019 lalu.
Bimbim, salah satu personelnya mengemukakan alasan pemilihan judul ‘Slanking Forever’. Album ini mengajak para Slakers dan Slanky untuk menikmati karya Slank yang terus mengajak berkarakter positif hingga selamanya.
“Ini adalah sebagai bentuk harapan agar karya Slank bisa terus abadi di industri musik tanah air. Slank itu hati, hati itu hidup, hidup itu abadi, abadi itu ‘Sorga’, Slanking Forever sampai langit tertinggi,” ucap Bimbim saat menggelar konpersi di FX Sudirman, Jakarta, Kamis (28/11).
Pria yang biasa disapa Bimo Setiawan Almachzum ini menambahkan, album ini istimewa dalam beberapa sisinya. Proses rekamannya, misalnya, dilakukan di salah satu tempat bersejarah di Indonesia.
BACA JUGA: Bimbim Slank Blak-blakan Cerita Inspirasi Lagu 'Terlalu Manis'
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News