
Hingga suatu saat Aprillisyifa melihat Sadikin yang sedang tayang di televisi. Ia pun segera mencatat alamat pelukis kawakan tersebut. Setelah perjalanan pencarian yang keempat kalinya barulah mereka bisa bertemu dengan pelukis unik itu.
"Tekadnya yang kuat membuat saya mau punya murid," kata Sadikin.
Ini kali ketiga Aprilisyifa berpartisipasi dalam Pasar Seni Lukis Indonesia. Pertama kali saat dia masih kelas 1 SMA. Melalui kemampuan melukisnya, dia bisa membantu orang tuanya dan bahkan membeli laptop dan ponsel sendiri.
Sambil terus menggerakkan kuasnya untuk menyelesaikan lukisan perkebunan tulip, Aprilisyifa menyebutkan cita-citanya untuk bisa melanjutkan sekolak ke akademi pelayaran. Ketika ditanya apakah dia ingin menjadi pelaut agar bisa ke Belanda, Aprilisyifa hanya tertawa lepas.
Ya, semoga cita-citanya untuk melihat perkebunan tulip kelak bisa tercapai. Namun yang jelas kini Aprilisyifa sudah masuk dalam jajaran pelukis kelas atas Indonesia, setara dengan orang-orang yang usianya jauh diatas dirinya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News