
GenPI.co - Sindrom anak perempuan tertua mengacu pada tekanan dan tanggung jawab yang dirasakan oleh anak perempuan paling tua dalam sebuah keluarga.
Sindrom ini tidak signifikan atau didiagnosis secara klinis, namun banyak anak perempuan tertua yang mengalami ciri dan polanya.
Sindrom ini tidak berkembang secara tiba-tiba, namun perlahan-lahan tumbuh dalam diri seseorang seiring dengan pertumbuhannya.
BACA JUGA: Cinta Bukan Faktor Utama Kuatnya Hubungan Asmara
Sindrom ini dapat memengaruhi hubungan. Berikut aspek penting yang harus kamu ketahui, dilansir Times of India.
1. Takut menjadi rentan
Karena anak perempuan tertua sering kali tumbuh dengan banyak tanggung jawab dan terbiasa mandiri, kuat, dan dapat diandalkan, mereka melihat kerentanan sebagai tanda kelemahan.
BACA JUGA: 5 Alasan Saling Memaafkan Sangat Penting dalam Hubungan
Mereka takut jika bersikap terbuka pada pasangannya dan mengungkapkan emosi dan perasaannya yang sebenarnya, mereka akan dianggap lemah.
Karena tumbuh dewasa dan selalu mengurus kebutuhan orang lain, mereka merasa sulit untuk mengekspresikan kebutuhan emosional mereka dalam hubungan dan cenderung memendam emosi untuk melindungi diri dari kekecewaan, rasa sakit hati, dan dimanfaatkan.
BACA JUGA: Unit Militer Israel Bakal Kena Sanksi Amerika Serikat, Hubungan Kedua Negara Memanas
Sangat sulit bagi mereka untuk lengah, karena mereka telah belajar sejak awal untuk melindungi diri mereka sendiri dengan menciptakan citra diri yang kuat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News