
GenPI.co - Apple menolak masuk ke dalam App Store sebuah aplikasi yang dapat menunjukkan posisi polisi dan pengunjuk rasa di Hong Kong. Penolakan itu membuat citra Apple sebagai penyokong negara otoriter seperti Rusia dan China.
Apple menolak pengajuan aplikasi HKmap.live untuk masuk ke dalam App Store. "Aplikasi anda mengandung konten yang memfasilitasi, memampukan, dan mendorong sebuah kegiatan yang tidak sah. Secara spesifik aplikasi anda mampu membuat orang-orang untuk menghindari polisi," demikian alasan penolakan oleh Apple seperti dilansir dari The Next Web.
Baca juga :
Huawei Keluarkan Earphone FreeBuds 3 Saingi AirPods Apple
MacBook Pro Milik Apple Dilarang Masuk ke Pesawat
Dilibas Samsung, Apple Mohon Donald Trump Hentikan Perang Dagang
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News