
GenPI.co - Biji karet kini punya nilai lebih. Tak lagi dibuang atau dijadikan mainan oleh anak-anak, biji karet rupanya bisa juga diolah menjadi tempe.
Terobosan ini dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Medan. Pengetahuan itu pun dibagikan kepada anggota Karang Taruna di Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) Universitas Negeri Medan (Unimed) Zenni Armadani, mengatakan pelatihan dan pembuatan tempe biji karet (tembikar) itu, bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anggota Karang Taruna dan juga meningkatkan perekonomian mereka.
Selain itu, menurut dia, ketersediaan bahan biji karet di Desa Wonosari juga cukup banyak, dan meningkatkan potensi dari kader-kader Karang Taruna.
"Tempe merupakan makanan yang paling populer di kalangan masyarakat dan pada dasarnya tempe terbuat dari kacang kedele," ujar Zenni, Senin (24/6)
Ia lalu menjelaskan beberapa proses pelaksanaan program. Tim terlebih dahulu melakukan sosialisasi dengan tujuan pengenalan awal sebelum kegiatan dalam pembuatan tempe biji karet.
Pelaksanaan kegiatan membutuhkan waktu selama kurang lebih 6 hari mulai dari proses pemilihan biji karet sampai proses penumbuhan kapang pada biji karet yang akan menjadi tempe biji karet.
"Diharapkan program ini akan terus dilakukan Karang Taruna Desa Wonosari, sehingga mereka dapat mengembangkan perekonomian dan ilmu yang diperoleh," katanya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News