
GenPI.co - Tenun khas Lombok sudah menjadi salah satu ikon oleh-oleh wajib. Siapa pun yang berlibur ke pulau berpantai cantik ini, akan selalu diajak mengunjungi sentra oleh-oleh tenun ini. Pusat kerajinannya pun tersebar di semua kabupaten di Lombok.
Sentra tenun khas Lombok terbesar berada di desa Sukarara, Lombok Tengah. Berikutnya, berada di satu lokasi dengan desa Adat Sade. Sentra-sentra lainnya, tersebar mulai dari di Lombok Timur, yaitu desa Pringgasela dan Sembalun. Ada pula di Lombok Utara, yaitu tenun desa Senaru.
Baca juga: Sungguh Muhammad, Pemandu Wisata Pengrajin Ketapel Ikan
Motif tenun masing-masing desa pun beragam. Sesuai budaya dan adat tradisi. Tiga motif yang paling mudah dikenali, di antaranya Ragi Genep, Bintang Empet atau Komak. Tiga jenis motif ini pula yang paling sering dikenakan di acara-acara adat rutin. Misalnya, prosesi Nyongkolan, salah satu bagian dari rangkaian prosesi menikah sesuai adat suku Sasak Lombok.
Disamping tiga motif di atas, ada dua motif tenun khas Lombok lain yang tak kalah populer yakni motif Bonjor Kemalu dan Belimbing. Sepintas, dua motif ini seragam, karena polanya yang bergaris.
“Kami menyebutnya Bonjor Kemalu dan Belimbing, untuk membedakannya dengan motif yang lain. Asal-usulnya sih tidak ada yang spesifik. Motif ini kami teruskan dan diajari orang tua kami, “ demikian urai Lale Diah, pemilik dan pengelola toko tenun Mawar kepada GenPI.co baru-baru ini.
Baca juga: Ini Makna Motif Songke Manggarai
Motif Tenun Lombok Kembang Komak Ragi Genep Bonjor Kemalu dan Belimbing
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News