
Di antaranya pemenuhan modal inti minimum (MIM) untuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), pemanfaatan digitalisasi yang dapat berpotensi meningkatkan cyber risk dan third party risk.
Selain itu, peningkatan dukungan terhadap sektor usaha mikro kecil dan enengah (UMKM) serta optimalisasi peran perbankan syariah dan perbankan daerah dalam mendukung perekonomian daerah.
"Perbankan nasional diharapkan dapat terus melanjutkan kinerja positifnya pada 2025 meski tantangan ekonomi global dan domestik masih relatif tinggi," tuturnya.
BACA JUGA: PLN Sebut Pemulihan Lahan Kritis Berjalan Seimbang dengan Pemberdayaan Ekonomi
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Imansyah menyebut kinerja perbankan di Jawa Barat juga tumbuh positif seiring dengan perbankan nasional.
Per Oktober 2024, realisasi penyaluran kredit tumbuh 8,15 persen (YoY) menjadi sebesar Rp 646 triliun dan DPK tumbuh 6,15 persen (YoY) menjadi sebesar Rp 699 triliun.
BACA JUGA: Kuatnya Belanja Konsumen, Ekonomi AS Tumbuh Solid 2,8% pada Kuartal Terakhir
"Kita akan terus berkomitmen melaksanakan tugas sebaik-baiknya untuk memastikan pertumbuhan dan kontribusi lembaga jasa keuangan di Jawa Barat," ucapnya. (*)
Simak video menarik berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News