
Belum lagi cerita Tyas, pemilik Pastel Kauman, yang banjir orderan dari berbagai daerah di luar Jawa. Padahal dia dahulu hanya bermodal Rp 300 ribu saja.
Mereka mempelajari selera target pasar dan memahami agar mereka mudah dicari. Mereka benar-benar mendekatkan diri kepada para calon pelanggan.
Data yang disampaikan Alternate Chair Digital Economy Working Group G20 Dedy Permadi cukup menarik.
BACA JUGA: Bisnis UMKM Melejit, BUMN dan Kemenparekraf Genjot Digitalisasi Legit
Adanya peningkatan jumlah UMKM sebelum dan sesudah pandemi. Dari 9 juta menjadi 21 juta UMKM atau sekitar 32 persen dari total 64 juta UMKM di Indonesia yang saat ini sudah memanfaatkan teknologi digital.
Di Yogyakarta, kini sudah ada 21.247 UMKM yang menerapkan teknologi digital.
BACA JUGA: Jualan Pisang Cokelat, Atun Dapat Omzet Bisnis Belasan Juta Sebulan
Para pelaku UMKM ini mulai menikmati kemudahan menjalankan bisnis UMKM dengan teknologi digital.
Mereka bisa mengatur bujet pemasaran, mengetahui persediaan barang, ulasan pelanggan, serta proses keuangan yang aman dan mudah.
BACA JUGA: Olah Sampah, Rinwiningsih Dapatkan Omzet Bisnis sangat Besar
Kalau tiba di Yogyakarta lewat Stasiun Tugu, kalian pasti disambut area toko-toko yang menyediakan produk UMKM asli Yogyakarta. Peyek Tumpuk, Bakpia Legit, atau Kaus Malioboro yang selalu habis diborong.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News