UMKM Yogyakarta Hidup dan Menghidupi

UMKM Yogyakarta Hidup dan Menghidupi - GenPI.co
Para pelaku UMKM ini mencoba menciptakan ciri khas masing-masing. Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp

Para pelaku usaha yang baru mulai pun jadi percaya diri dan bisa dibilang mendobrak kebiasaan yang ada.

Misalnya, dengan membuka usaha tak harus berlokasi di kota, tak harus punya background pendidikan ekonomi atau sejenisnya.

Untuk modal pun bisa mendapat pinjaman melalui kredit usaha rakyat (KUR) di bank.

BACA JUGA:  Bisnis UMKM Melejit, BUMN dan Kemenparekraf Genjot Digitalisasi Legit

Dari sini, roh berbagai produk jadi bermunculan dengan beragam kreativitas para pelaku usaha.

Bagi mereka, rahasianya satu, para pelaku bisnis kecil menengah ini melek digital. Mengundang para calon pelanggan melalui unggahan foto dan video.

BACA JUGA:  Jualan Pisang Cokelat, Atun Dapat Omzet Bisnis Belasan Juta Sebulan

Pasang iklan di Instagram, Facebook, TikTok dan YouTube. Mereka juga punya website atau menggunakan layanan jual beli online di Eccommerce. Semuanya untuk optimalisasi penjualan produk.

Hasilnya? Lihat saja bisnis Es Cokelat Impian yang menghasilkan omzet Rp 8 juta per hari.

BACA JUGA:  Olah Sampah, Rinwiningsih Dapatkan Omzet Bisnis sangat Besar

Ada juga Pesanan Bolenkarta dari luar negeri yang terus berdatangan hingga mendapatkan omzet bisnis Rp 300 jutaan dalam sebulan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya