
Kedua, memperluas kerja sama dengan berbagai ekosistem untuk menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, termasuk pemerintah (LKPP, LPSE, eKatalog), komunitas atau inkubator UMKM, dan lain sebagainya.
Ketiga, berfokus menjangkau segmen usaha mikro hingga ke daerah pelosok dengan meluncurkan produk Pinjaman Usaha Mikro.
Keempat, meningkatkan kualitas penilaian kredit dan aktivitas fintech lending lainnya dengan memperkuat sistem/teknologi, analisis data, dan perlindungan data pribadi.
BACA JUGA: Milenial dan Gen Z Penyumbang Profit Terbesar Bagi Fintech
Lebih lanjut, Adrian memaparkan pihaknya percaya bahwa pertumbuhan tidak akan terjadi tanpa adanya kolaborasi.
“Itulah mengapa sejak awal berdiri, salah satu hal yang menjadi fokus utama kami adalah penguatan kolaborasi dengan berbagai ekosistem, untuk meningkatkan ekosistem yang Investree miliki sendiri agar lebih berdampak terhadap pelaku UMKM,” paparnya.
BACA JUGA: Pinjaman Fintech 2021 Tumbuh 68,15 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Adrian memperkenalkan Sahabat Bisnis dan AIForesee sebagai anak perusahaan dari Investree Group dan perusahaan saudara Investree Indonesia (PT Investree Radhika Jaya).
Menurut Adrian, AIForesee dan Sahabat Bisnis (SABI) merupakan entitas bisnis dengan fokus berbeda di bawah Investree Group.
BACA JUGA: 4.449 Pelaku UMKM di Kota Bandung Dapat Bantuan Modal Usaha
AIForesee adalah platform penilaian kredit alternatif (alternative credit score) untuk UMKM, yang tercatat di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News