
Tahun 2022, di akhir masa jabatan kedua Xi Jinping, GDP Tiongkok mencapai USD 12.000. Persentase pertumbuhan dalam dolar memang sedikit rendah dibanding dalam yuan.
Saya perlu mengutip pertumbuhan GDP Indonesia selama 10 tahun terakhir. Sekadar untuk melihat begitu cepatnya kenaikan GDP Tiongkok.
Tahun 2012, GDP Indonesia USD 3.694 triliun. Tahun 2021 menjadi USD 4.349 triliun. Bahkan GDP tahun 2022 ini mungkin turun sedikit. Apalagi kalau kurs rupiah terhadap dolar terus merosot. Besaran GDP dalam dolar pun menurun.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Liz Truss: Pajak Roket
Kalau dalam lima tahun ke depan pertumbuhan GDP Tiongkok masih sama, maka secara statistik, ekonomi Tiongkok sudah mengalahkan Amerika.
Capaian ekonomi Tiongkok lebih mewarnai berita media dibanding capaian muktamar partai. Di tengah muktamar itu, berita paling besar adalah apa yang dicapai BYD.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Alvin Lim: Alvin Allianz
Perusahaan mobil Tiongkok itu mencatatkan diri sebagai pendatang baru di Fortune 500 Amerika. Fortune adalah majalah ekonomi Amerika yang dipercaya reputasi baiknya.
Majalah itu tiap tahun mengeluarkan daftar 500 perusahaan publik terbesar di dunia. Dulu tidak satu pun perusahaan dari Tiongkok yang bisa masuk Fortune 500.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Plastik: Kaipang Greenhope
Satu per satu perusahaan Tiongkok ke dalamnya. Awalnya hanya di urutan bawah-bawah. Lama-lama kian naik peringkatnya dan kian banyak jumlahnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News