
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) dari emiten bank berkode saham BBRI ini meningkat 18 persen menjadi Rp64,61 triliun secara konsolidasian.
BRI juga mencatat kredit yang diberikan naik hingga 6 persen sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd).
Kredit yang diberikan naik dari Rp994,41 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp1.051 triliun pada 31 Juni 2022.
BACA JUGA: OPPO A95 Diobral Banting Harga, Murah Habis
Dana pihak ketiga (DPK) BRI secara konsolidasi mencapai Rp1.136 triliun.
Rinciannya, BRI tercatat meningkatkan dana murah (current account saving account/CASA) dari Rp718,26 triliun pada 31 Desember 2021 menjadi Rp740,41 triliun per 31 Juni 2022.
BACA JUGA: Mau Gabung di Komunitas Harley Davidson, Syaratnya Gampang
Dari sisi rasio keuangan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BRI secara bank only tercatat naik, dari 3,27 persen pada Juni 2021 menjadi 3,32 persen pada Juni 2022.
Sementara, NPL net turun dari 0,93 persen ke 0,86 persen.
Adapun, loan to deposit ratio (LDR) meningkat hingga 88,95 persen dari semula 84,52 persen.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News