
Untuk itu, Pemerintah saat ini masih mengabsorpsi dampak kenaikan harga komoditas global melalui kebijakan fiskal antara lain dengan meningkatkan jumlah subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kenaikan harga komoditas dalam neraca perdagangan dan ekspor diharapkan dapat menjadi soft absorber dengan tetap menjaga kesehatan APBN.
“Dalam jangka pendek, kebijakan perlindungan sosial perlu dipertebal untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan menengah ke bawah yang menjadi kelompok paling rentan dari dampak kenaikan harga,” ujar Menko Airlangga.
BACA JUGA: Abe Ditembak Mantan Pasukan Elite Bela Diri Jepang
Lebih lanjut, kata Airlangga Pemerintah juga terus mendorong program hilirisasi pengembangan industri manufaktur agar bernilai tambah tinggi.
Di samping itu, hilirisasi juga terus didorong agar industri dapat meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia yang berdaya saing global dan berwawasan lingkungan. (*)
BACA JUGA: Jokowi Tertawa Melihat Sang Menantu Bobby Nasution
Heboh..! Coba simak video ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News