Catatan Dahlan Iskan soal Garuda Indonesia: Garuda Napas

Catatan Dahlan Iskan soal Garuda Indonesia: Garuda Napas - GenPI.co
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Yang tidak mendaftar –seandainya Garuda dinyatakan pailit– tidak akan mendapat bagian dari penjualan aset.

DPT itu penting juga untuk pemungutan suara. Siapa yang bisa menerima usulan Garuda dan siapa yang menolak. Hebatnya, 97,4 persen bisa menerima proposal Garuda.

Pengadilan pun tinggal menetapkan tercapainya homologasi itu. Maka yang juga harus dicatat sebagai tonggak penting adalah apa yang terjadi akhir Desember 2021.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Bunuh Novel

Waktu itu pengadilan niaga tidak langsung memutuskan Garuda pailit. Keputusan hari itu mengatakan: "memberi kesempatan kepada Garuda untuk mengajukan proposal penyelesaian utang".

Lalu Garuda diminta menawarkan proposal itu kepada semua kreditor. Diberi waktu hampir 6 bulan. Kreditor harus memikirkan untuk menerima atau menolak.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan soal Bos Pertama: Sama Sulit

Di luar pengajuan PMN, proposal itu sebenarnya biasa-biasa saja. Misalnya: Garuda hanya akan menerbangi rute-rute yang menguntungkan saja.

Garuda akan menggunakan pesawat yang menguntungkan saja. Lalu akan memperbaiki kinerja dan proses bisnis.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan soal Reshuffle Kabinet: Dua Tinggi

Dengan proposal seperti itu, "Dalam tiga tahun Garuda akan untung lagi," ujar Irfan pada media.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya