
Penurunan hasil pendapatan akibat beban biaya yang meningkat di bidang-bidang pengiriman dan inventaris melonjak.
Ini mengikuti laporan laba Walmart yang lebih rendah dari perkiraan. Saham Walmart merosot 6,8 persen pada Rabu (18/5) menyusul penurunan 11 persen di sesi sebelumnya.
Hasil kuartalan yang buruk di sektor ritel menambah kekhawatiran investor tentang inflasi yang menjulang.
BACA JUGA: Saham Apple dan Induk Google Moncer, Wall Street Ditutup Menguat
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menekankan tekad bank sentral AS untuk menekan inflasi terpanas dalam beberapa dekade.
Powell mengatakan The Fed akan terus menaikkan suku bunga sampai ada bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa inflasi menurun.
BACA JUGA: Volatilitas Berlanjut, Wall Street Berakhir Loyo
Awal bulan ini, The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, kenaikan suku bunga tertajam sejak tahun 2000.
Bank sentral AS itu mengisyaratkan kenaikan dengan besaran yang sama pada beberapa pertemuan berikutnya.
BACA JUGA: Saham Apple dan Netflix Moncer, Wall Street Akhirnya Naik
Investor khawatir bahwa bank sentral dapat menyebabkan resesi jika menaikkan suku bunga terlalu tinggi atau terlalu cepat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News