
GenPI.co - Direktur center of economics and law studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan petani sawit paling merasakan langsung dampak larangan ekspor crude palm oil (CPO).
"Harga jual TBS (tandan buah segara)-nya turun hingga 50 persen," ujar Bhima kepada GenPI.co, Rabu (28/4).
Menurutnya, ini reaksi dari perusahaan sawit karena antisipasi stok bahan baku berlimpah jika larangan ekspor diberlakukan.
BACA JUGA: Sempat Naik 10 Persen, Harga Sawit Sekarang Ambrol
Selain itu, ketidakjelasan aturan pemerintah juga dimanfaatkan dengan baik oleh para pengepul tandan buah segar.
"Dampak lain adalah merosotnya devisa ekspor bisa ganggu stabilitas nilai tukar rupiah," katanya.
BACA JUGA: Larangan Ekspor Sawit, RI Akan Kelebihan Pasokan 32 Juta Ton
Bahkan, Indonesia juga dianggap merugikan negara mitra dagang seperti India dan Pakistan.
"Bisa digugat ke WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) sekaligus dibalas dengan melarang ekspor kebutuhan pokok ke indonesia," ucapnya.
BACA JUGA: RI Larang Ekspor Minyak Goreng, Harga Sawit Makin Mendidih
Selain itu, kerugian akan terjadi karena perusahaan sawit juga harus membayar penalti karena melanggar kontrak penjualan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News