
GenPI.co - Direktur center of economics and law studies (Celios) Bhima Yudhistira blak-blakan merespons kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng senilai Rp 300 ribu.
Rencananya, penerima BLT akan mendapatkan Rp 300 ribu untuk tiga bulan yang dibayarkan sekaligus.
Bantuan itu akan diberikan untuk 20,5 juta keluarga, termasuk dalam daftar penerimaan Bantuan Pangan Non Tunai dan Program Keluarga Harapan, serta 2,5 juta PKL yang berjualan gorengan.
BACA JUGA: Kesempatan 3 Zodiak Bisa Jadi Berkah, Rezeki Melimpah, Asmara Hot
Menyoroti hal itu, Bhima Yudhistira menilai, kebijakan tersebut mencerminkan kegagalan Pemerintah Jokowi mengatasi minyak goreng.
"Ini kegagalan dan kesalahan pemerintah. Ini seakan jadi normalisasi," jelas Bhima Yudhistira kepada GenPI.co, Senin (4/4).
BACA JUGA: 3 Shio Ketiban Berkah Ramadan, Siap-siap Bergelimang Rezeki Ajaib
Bhima Yudhistira menjelaskan itu seperti mekanisme pasar yang nantinya harga minyak akan menetap.
"Seakan pemerintah tidak ingin mengatur harga minyak goreng," kata Bhima Yudhistira.
BACA JUGA: Air Rebusan Biji Kelor Campur Madu Khasiatnya Dahsyat, Wow Banget
Namun, ekonom itu menilai, BLT adalah sesuatu yang dianggap baik. Di sisi lain berisiko makin sulit dikontrol atau turun.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News