
GenPI.co - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan bahwa negara-negara berkembang harus menerapkan kebijakan makro ekonomi dan sistem keuangan yang sehat.
Hal tersebut menjadi langkah antisipasi negara-negara berkembang dalam menghadapi tantangan pemulihan ekonomi global yang didominasi oleh normalisasi kebijakan moneter negara-negara maju.
“Negara-negara berkembang harus menerapkan kebijakan moneter yang mendukung pemulihan ekonomi domestik serta mengatasi dampak spillover dari normalisasi yang dilakukan negara-negara maju,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (18/2).
BACA JUGA: Lowongan Kerja Bank Muamalat 2022, Gaji Menjanjikan
Selain itu, negara-negara berkembang juga perlu merumuskan kebijakan yang mengatur lalu lintas modal (capital flows management).
“Ini penting agar dampak tumpahan (spillover) pasar keuangan global masih bisa mendukung masuknya aliran modal asing untuk pemulihan ekonomi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Dukung Pendidikan, Bank Permata Gelar UFE Sustainability Forum
Perry juga menekankan soal pentingnya penggunaan mata uang untuk perdagangan dan investasi yang kini makin bervariasi.
“Hal ini bisa mendukung ketahanan dari negara-negara berkembang untuk menghadapi global economy spillover,” katanya.
BACA JUGA: Reksa Dana Syariah dalam Bentuk Dollar di Permata Bank
Lebih lanjut, Perry memaparkan pertemuan jalur keuangan (finance track) G20 juga ditujukan untuk menguatkan kembali ketahanan keuangan jangka panjang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News