
"Serta, dari sisi produksi seperti manufaktur, perdagangan dan konstruksi yang sudah mencapai level pra pandemi," terang Sri Mulyani.
Dia menambhakan banyak negara-negara tetangga di ASEAN dan negara berkembang lainnya yang perekonomiannya belum mencapai ke level pra pandemi.
"Bahkan mereka GDP-nya masih ada di sekitar 94 sampai 97 persen," tegas Sri Mulyani.
BACA JUGA: Sri Mulyani Buka Data Penting, Angkanya Sangat Besar
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hasil Sidang Kabinet Paripurna menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 ditargetkan mencapai 5,3-5,9 persen.
Sumber pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi sekitar 5 persen, investasi meningkat sekitar enam persen, serta kinerja ekspor sebesar 6-7 persen.
BACA JUGA: Buka-bukaan, Menkeu Sri Mulyani: Ini Penting
"Dari sisi pertumbuhan ekonomi tadi disepakati dilaporkan ke Bapak Presiden, kisaran 5,3 sampai 5,9 persen," tandasnya.(Ant)
Video populer saat ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News