
GenPI.co - Digitalisasi memegang peranan strategis baik dalam masa pandemi, dalam masa proses pemulihan ekonomi maupun pascapandemi.
Tantangan ekonomi di era pandemi sangat besar, dan daya tahan hidup dari pelaku bisnis termasuk UMKM banyak tertolong oleh digitalisasi proses bisnis.
Pada masa pemulihan ekonomi serta masa pasca pandemi ke depan, digitalisasi menjadi kunci utama pembentukan daya saing tidak hanya untuk survive, namun juga berkembang memenangkan pertarungan bisnis.
BACA JUGA: Susul-Menyusul dengan Papua, Jabar Raih 8 Emas di Peparnas 2021
Melihat peran penting digitalisasi tersebut, maka transformasi digital harus bersifat komprehensif yang menyentuh seluruh aspek kehidupan, dan perlu diimplementasikan di berbagai ekosistem yang ada.
Salah satu ekosistem yang didorong untuk bertransformasi secara digital adalah ekosistem pasar tradisional yang merupakan sentra ekonomi kerakyatan.
BACA JUGA: Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Jabar Tumbuh Positif
Kegiatan ini merupakan perwujudkan sinergi antara program “S.I.A.P QRIS” dari Bank Indonesia, program “Pasar Rakyat Juara Jawa Barat” dari Pemprov Jawa Barat, dan program “Digitalisasi Pasar Rakyat” yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto mengatakan, implementasi program digitalisasi di Pasar Atas Baru Cimahi ini memiliki karakteristik khusus yakni dilakukan secara simultan dan end-to-end di berbagai lini.
BACA JUGA: Jabar Tuan Rumah East Local and Regional Government Congress 2022
Kemudian, direncanakan akan berlanjut sampai ke berbagai aspek pelaku ekonomi yang terlibat di pasar tersebut.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News