
Aku masih ingat pada saat itu, Rahma mengajarkanku dan perlahan aku mengerti tentang teori komunikasi yang akan digunakan untuk penelitian.
Saat pulang, kami berjanji untuk bertemu lagi keesokan harinya. Akan tetapi, dia tak ingin mengerjakan skripsi di perpustakaan, tetapi di coffee shop.
Aku sontak terkejut dengan ajakan tersebut. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengiyakan tawarannya.
BACA JUGA: Kekasihku Melakukan Hal Tak Terduga, Sungguh Tak Kusangka!
Keesokan harinya, kami langsung menjadi akrab satu sama lain di coffee shop. Dia sangat baik dan selalu memperhatikanku. Rahma juga menceritakan latar belakangnya pada saat itu.
Seminggu kemudian, kami terus intens berkomunikasi via WhatsApp dan saling mendukung satu sama lain terkait pengerjaan skripsi.
BACA JUGA: Kekasihku Mengakhiri Hubungan Dengan Memperkenalkan Tunangannya
Menjelang sidang, aku tak sungkan untuk menuliskan namanya di skripsiku karena dia telah memberikan kontribusi besar.
Selama 2 bulan belakangan, aku merasa begitu nyaman ketika bersamanya.
BACA JUGA: Dikhianati Cinta, Ternyata Kekasihku Punya Simpanan
Sayangnya, ada hal yang tak aku tahu tentang dia sepenuhnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News