
Kali ini, ia melontarkan pandangan penuh tanya kepada rekan kantornya itu.
“Bukannya jam segini kereta udah nggak ada Bay?”
“Aku tadi bawa motor kok,” sergah Bayu.
BACA JUGA: Cerita Horor di Rumah Sakit, Aku Digoda Makhluk Halus
“Oh OK! Hati-hati di jalan yah. Kalau ngantuk minggir dulu, jangan dipaksa,” kata Weni.
“Siap Bu Guru!” Jawab Bayu sembari menenteng tasnya, berlalu dengan gontai di bawah pendar lampu kuning yang temaram dan segera menuju elevator di ujung koridor.
BACA JUGA: Cerita Horor Sosok Tak Kasat Mata Memanggilku 3 Kali
Diiringi bunyi ‘ting-tong’ yang khas, Bayu lantas masuk alat pengangkut vertikal itu yang kemudian mengirimkannya dari lantai 25 langsung menuju basement gedung.
Suasana kantor itu makin sepi selepas ditinggal Bayu, menyisakan Weni yang terus sibuk merangkai kalimat-kalimat pada layar komputernya. Bunyi jemarinya yang beradu dengan papan ketik komputer terdengar begitu nyaring.
BACA JUGA: Kisah Horor di Kantor, Aku Bertemu Sosok Minah Tengah Malam
Sebenarnya, dia tidak benar-benar sendiri. Di ruangan sebelah dekat pantry ada Jamal, Office Boy kantor yang tengah lelap di sofa sembari ‘ditonton’ televisi yang menayangkan pertandingan bola dalam mode bisu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News