
GenPI.co - Perkenalkan namaku Fitri Rohmatunisa. Aku merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kisahku kali ini tentang keajaiban Ramadan setelah ditinggal ibu.
Ya, ibuku telah tiada pada tahun ini, tepatnya sebulan sebelum puasa Ramadan.
Berat. Itu ialah ucapan yang sangat tepat untukku karena harus mengurus rumah tangga, khususnya untuk adik yang masih berusia tiga tahun.
BACA JUGA: Keajaiban Ramadan: Doa Saat Anak Tidur Rezekinya Tak Putus-putus
"Kak, adik bagaimana? Apakah kita bisa berjuang buat dia? Fitri takut, Kak," kataku kepada kakakku, Galuh.
"Sebelum itu, kita harus ikhlas dulu, Fit," jawab kakakku.
BACA JUGA: Keajaiban Ramadan: 2 Tahun Menganggur, Suamiku Mendapat Pekerjaan
Mendengar itu, aku tambah sedih karena terus mengingat kehadiran ibu pada puasa sebelumnya.
Sebab, sosok ibu yang selama ini ada untuk kami mulai dari sahur hingga berbuka puasa.
BACA JUGA: Keajaiban Ramadan: Rezeki Menghampiri di Tengah Keterbatasanku
Aku pun tidak berani berbicara dengan ayah, karena beliau sosok yang paling terpukul atas kepergian ibu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News