
Kami berdua berhenti sejenak di atas Tanjakan Sambalado. Udara yang dingin membuat kami cepat lelah.
Setelah beberapa saat, kami berdua melanjutkan perjalanan. Tak lama setelah melewati Tanjakan Sambalado, kami sampai di pos satu pendakian.
Kami berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati teh hangat. Namun, mendadak angin berembus sangat kencang.
BACA JUGA: Cerita Horor: Asal Berkemah, Tak Sadar Masuk ke Dimensi Lain
Daun-daun pun berjatuhan. Dari sini, perasaanku mulai tak enak.
Namun, aku mencoba untuk tetap berpikir positif. Wajar, di bawah pun anginnya juga lumayan kencang, apalagi di atas sini.
BACA JUGA: Cerita Horor: Didatangi Sosok Hitam Mata Merah, Tubuhku Terpaku
Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan. Saat mulai berdiri, aku melihat seorang kakek berbaju hitam tersorot senterku.
"Zal, ada kakek-kakek di bawah," kataku.
BACA JUGA: Cerita Horor: Bicara dengan Orang yang Sudah Meninggal, Merinding
"Mungkin warga di bawah, Ton," jawabnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News