
GenPI.co - Namaku Cahyani, aku memiliki seorang kekasih yang hobi sekali naik gunung, sehingga tidak jarang aku diajak pergi bersama dia dan teman-temannya.
Tidak jarang aku menolak ajakannya, alasannya tentu bermacam-macam. Mulai dari PMS, sedang flu, hingga asma yang bisa kambuh kapan saja.
Sampai suatu ketika, kekasihku, Angkasa benar-benar merayu untuk bisa pergi naik gunung bersamanya. Kali ini aku kabulkan permintaannya. Sebab hari di mana dia akan naik gunung, merupakan tiga tahun perayaan hari jadinya kami.
BACA JUGA: Terpaksa Dilayani Menantu Saat Istri Pergi Dinas
"Jadi kita akan naik gunung kemana, sayang?," tanyaku, sambil merapihkan barang-barang.
"Cikuray! Kamu akan suka sayang, kapan lagi bisa lebih tinggi dari pada awan?," balasnya begitu bersemangat.
BACA JUGA: Aku Pasrah Rahasiaku Dibongkar Bapak Mertua
"Ok, as long as you happy, baby," jawabku, tidak ingin memperpanjang percakapan.
Hari yang tidak pernah aku nanti-nantikan akhirnya tiba. Kami berangkat dengan tiga orang teman lainnya.
BACA JUGA: Trauma Ditinggal Istri, Ayah Mertua Hobi Main di Belakang
Karena kesiangan, pendakian kami lakukan pada siang menjelang sore hari. Sedangkan untuk mencapai puncaknya membutuhkan waktu 8 jam bahkan lebih, semua terganting lama beristirahat dan kecepatan perjalanan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News