
Kami yang berbeda agama bisa mendengarkan penjelasan dari guru asalkan tidak ribut.
Saat itu aku sangat menikmati momen teman-temanku melafalkan surah Al-Fatihah.
Sejak saat itu aku mulai sering meminta kakakku mengajariku membaca huruf-huruf Hijaiyah.
BACA JUGA: Kisah Mualaf: Hidayah Allah Datang Kepadaku Tanpa Aku Minta
Kakakku juga mengizinkanku ke masjid. Dia pun memberikanku mukena putih.
Aku sering mengenakan mukena pemberian kakak untuk ke masjid saat salat Magrib.
BACA JUGA: Kisah Mualaf: Aku Masuk Islam Setelah Dapat Ayah Baru
Aku mulai terbiasa membaca Al-Qur’an. Aku pun mulai bisa membaca surah-surah pendek.
Cukup? Belum. Aku pun sudah hafal gerakan dan bacaan salat wajib umat Islam.
BACA JUGA: Kisah Mualaf: Mimpi jadi Nyata, Aku Ucapkan 2 Kalimat Syahadat
Keluargaku, termasuk ayah, mendukungku masuk Islam. Aku menjadi mualaf saat usiaku delapan tahun.
Artikel ini sudah tayang di Kisah Mualaf: Aku Penasaran Kakakku Ibadah 5 Kali Sehari
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News