
Satu-satunya orang dapat meredakan amarahku hanyalah Ayah. Dia selalu tahu bagaimana cara untuk menenangkan aku dari segala pikiran juga kelakuan buruku.
Aku selalu bercerita apa pun yang dirasakan kepada mamah, termasuk hubunganku dengan Boy. Ayah yang selalu dekat dengan lingkungan sekitarku, menyampaikan bahwa aku tidak boleh terlalu kasar kepada kekasihku tersebut.
Walau demikian, aku tak bisa mengendalikan amarahku, hingga akhirnya aku mengakhiri hubungan dengan Boy. Suatu saat nanti, aku harus benar-benar bertemu dengan sosok seperti Ayah, dia yang sanggup mengontrol bagaimana pun aku. (*)
BACA JUGA: Azab Istri Egois, Sang Suami Direnggut Maut
Tonton Video viral berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News