
Terakhir program prioritas aksesibilitas udara. Perlu diingat bahwa tahun ini kita mengalami defisit seat penerbangan internasional sebanyak 4 juta. Defisit ini harus kita tutup agar kita bisa mencapai target 15 juta kunjungan wisman.
Di sini kolaborasi dan sinergi yang kita lakukan mencakup tiga aspek secara menyeluruh dan terintegrasi. Pertama adalah dari sisi maskapai penerbangannya (airlines) bertujuan memastikan kemudahan pengembangan rute baru ke pasar utama wisman. Kedua, dari sisi bandara dan navigasi udara (airport and air navigation) bertujuan memastikan ketersediaan capacity di bandara. Dan ketiga dari sisi perjanjian layanan udara (air service agreement) bertujuan memastikan ketersediaan traffic right. Untuk gampangnya saya singkat menjadi 3A yaitu: Airlines, Airport & AirNav, Authorities. Untuk mewujudkannya kita perlu berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak, yaitu: Kementerian Perhubungan mempermudah perijinan, Kementerian Pariwisata memberikan insentif marketing, Angkasa Pura 1 dan 2 memberikan insentif biaya operasional di bandara, AirNav memberikan prioritas alokasi slot, dan Pemerintah Daerah memberikan atraksi budaya dan insentif lain (lihat gambar).
Welcome to the challenging year 2017.
Salam Pesona Indonesia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News