
Bagan di bawah menggambarkan traveller journey ala milenial (sebut saja Traveller Journey 4.0) dalam berwisata mulai dari inspirasi (mendapat ide berlibur), melakukan riset dan perencanaan liburan, mem-booking pesawat dan hotel, berada di airport, sampai di destinasi dan menikmatinya, hingga setelah liburan selesai. Di situ terlihat betapa teknologi 4.0 bisa mempermudah dan memperkaya experience di setiap touch point sehingga secara keseluruhan bisa meningkatkan value berlibur secara dramatis.
Karena itu mau tak mau kita harus membangun ekosistem pariwisata dimana digital experience harus hadir di setiap titik dalam traveller journey. Untuk mewujudkannya memang kita akan membangun platform dan infrastruktur teknologi 4.0. Namun inisiatif ini membutuhkan biaya yang amat besar dan perencanaan jangka panjang yang matang, karena itu kita harus melakukannya dengan bertahap.
Untuk mewujudkan Tourism 4.0, saya memulainya bukan dari membangun infrastruktur teknologinya (“hard aspect”) dulu karena memang investasinya mahal dan bersifat jangka panjang, tapi justru dari SDM (“soft aspect”). Itu sebabnya Rakornas I tahun 2019 yang akan kita selenggarakan minggu ini (27 Februari hingga 1 Maret) sengaja mengambil tema pengembangan SDM pariwisata untuk menyongsong era Tourism 4.0.
Saya berharap melalui Rakornas I ini kita memiliki roadmap langkah-langkah yang harus kita jalankan untuk membangun SDM 4.0 mulai dari mapping dan pengembangan kompetensi digital 4.0; mengembangkan digital talent 4.0 di seluruh ekosistem industri pariwisata; digital literacy 4.0 untuk masyarakat luas dan pelaku UKM; link & match 4.0 di industri pariwisata; hingga menumbuhkan startup 4.0 di industri pariwisata.
Salam Pesona Indonesia!
Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.
Menteri Pariwisata
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News