
GenPI.co - Jika ingin melihat kekayaan budaya di Halmahera Utara, Maluku Barat, Festival Teluk Jailolo (FJT) 2019 adalah momen yang tepat. Event yang digelar pada 24-29 Juli 2019 ini menyuguhkan kekhasan budaya tujuh suku asli di kabupaten itu.
"Ketujuh suku asli di antaranya Suku Sahu, Tobaru, Loloda dan Suku Gamkonora itu akan menampilkan berbagai budaya yang menjadi ciri khas masing-masing seperti ritual adat dan kesenian tradisional," kata Bupati Halmahera Barat Danny Missy di Ternate, Sabtu (4/6).
Danny melanjutkan, suku pendatang yang ada di Halmahera Barat juga dilibatkan dalam penyelenggaraan FTJ yang memasuki tahun ke-11 itu. Mereka akan dilibatkan dalam kegiatan karnaval budaya, dimana setiap suku tampil dengan mengenakan pakaian adat masing-masing.
Kolaborasi suku asli dan pendatang di Halmahera Barat dalam kegiatan FTJ 2019 merupakan salah satu upaya untuk menjaga eksistensi keragaman suku di daerah itu. Sekaligus juga sebagai bentuk menggeliatkan ekonomi daerah melalui kegiatan pariwisata.
“Akan diagendakan pula perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Halmahera Barat. Seperti ke obyek wisata Kaha Tola dan obyek wisata hutan lindung yang menjadi habitat burung bidadari, salah satu burung endemik Halmahera,” jelas Danny.
Peluncuran FTJ yang masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata itu akan dilakukan di Ternate pada Sabtu malam (6/4). Kawasan Landmark Ternate menjadi kawasan yang dipilih untuk menlangsungkan acara.
Peluncuran FTJ tahun-tahun sebelumnya selalu dilaksanakan di Jakarta. Namun tahun ini dilaksanakan di Ternate. Alasanya agar lebih dikenal masyarakat di Malut.
“Peluncuran FTJ di Malut juga juga untuk lebih memantapkan kerja sama segi tiga emas antara Halmahera Barat, Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan,”Danny mengimbuh. (ANT)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News