
"Pasar mencoba untuk menilai risiko wabah virus corona baru di China mengganggu ekonomi negara dan mitra dagang,” kata Ibrahim kepada GenPI.co, Rabu (22/1/2020).
Ia mengemukakan virus yang menyebabkan penyakit pneumonia, telah menyebar ke sejumlah kota di China termasuk Beijing dan Shanghai.
Wabah virus corona juga dilaporkan menjangkiti warga di luar China, termasuk Amerika Serikat.
Virus corona, ujarnya, membangkitkan ingatan pasar akan kejadian tahun 2002/2003. Saat itu terjadi wabah Sindrom Pernafasan Akut (SARS) yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia, dan menyebabkan penurunan tajam dalam pariwisata di Asia.
BACA JUGA: Akibat Wabah Virus Corona, Harga Emas Ikut Meriang!
“Di samping itu wabah SARS menyebabkan kemerosotan ekonomi besar-besaran di Hong Kong dan Singapura sekitar delapan minggu melalui penurunan pariwisata, pandemi memiliki dampak terbatas pada rantai pasokan di Asia,” papar analis Ibrahim. (*)
Kurs tengah BI pada Rabu (22/1/2020) menjadi Rp 13.678/USD (grafik: BI)
Simak video berikut ini:
Lihat video seru ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News