Bunga Fintech Tinggi, Begini Komentar Ekonom

Bunga Fintech Tinggi, Begini Komentar Ekonom - GenPI.co
Ilustrasi. Bunga fintech dinilai terlalu tinggi (foto: Shutterstock)

 

Ia mengemukakan, semesitinya layanan keuangan digital bukan bisnis yang diarahkan untuk mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

“Seharusnya dari size. Fintech yang dituju untuk mendapatkan engagement. Perusahaan digital itu untuk mendapatkan valuasi,” kata ekonom Piter.

Karena itu, ujarnya, ada istilah “bakar duit” di perusahaan digital. Yaitu gencar memberikan promo, agar makin banyak orang yang terikat dan membutuhkan aplikasinya.

Seperti halnya Gojek, aplikasinya digunakan untuk berbagai macam keperluan antara lain untuk transportasi dan membeli makanan secara online.

Sampai ada suatu platform digital yang penggunanya bisa mencapai 30 juta orang, misalnya.

“Jika downloader 30 juta, memuculkan valuasi. Nilai perusahaan jadi sangat besar. Pemodal masuk, akan menjadikan perusahaan besar. (Pebisnis) dapat capital gain,” kata ekonomi Piter.

Ia mengemukakan seharusnya kehadiran fintech bermanfaat untuk masyarakat, dan tidak mengenakan bunga yang mencekik.

“Fintech harusnya seperti itu (untuk mendapat downloader yang banyak sehingga mengerek valuasi). Bukan untuk mendapatkan margin suku bunga besar,” kata Piter.

Simak video pilihan redaksi berikut ini:

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya