
GenPI.co— Neraca perdagangan jasa pada triwulan II/2019 mengalami defisit lebih tinggi, menyusul menurunnya surplus jasa perjalanan atau sumbangan sektor wisata terhadap perekonomian di dalam negeri.
Dalam data neraca perdagangan triwulan II/2019, Bank Indonesia merilis neraca perdagangan jasa pada kurun waktu tersebut mengalami defisit sebesar US$2miliar, padahal pada kuartal I/2019 sebesar US$1,9 miliar.
“Peningkatan defisit neraca jasa tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya surplus jasa perjalanan,” tulis BI dalam laporannya, dikutip dari situs resminya.
Baca juga:
Angka Kunjungan Wisman ke Kepri Lewati Jakarta
BPS: Turis Asing ke RI pada Juni 2019 Capai 1,45 Juta Kunjungan
Dikemukakan surplus neraca jasa perjalanan pada triwulan II/2019 tercatat sebesar US$0,8 miliar, menurun dibandingkan dengan surplus pada triwulan I/2019 sebesar US$1,4 miliar.
Padahal, kunjugan turis asing ke Indonesia selama periode triwulan II/2019 mencatat peningkatan sebesar 5,3% atau sebanyak 3,13 juta kunjungan, dibandingkan triwulan I/2019 yang sebesar 2,97 juta kunjungan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News