
“Hingga saat ini Indonesia telah menyerahkan beberapa dokumen ke United Nations Framework on Climate Change Conference (UNFCCC) yang disusun dari serangkaian pertemuan nasional yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait serta aktor non pemerintah pusat (non-state actors),” jelas Siti.
Sampai saat ini Indonesia telah melakukan submisi delapan dokumen mulai yang terkait dengan adaptasi hingga pembiayaan solusi berbasis alam.
Indonesia berharap bisa melakukan submisi Nationally Determined Contribution (NDC) yang kedua dan Long Term Strategy (LTS) pada April tahun ini.
Siti menegaskan bahwa dalam NDC yang kedua Indonesia tetap mempertahankan target awal yang telah ambisius sebagaimana tercantum dalam NDC pertama.
Yakni, pengurangan emisi 29 persen dengan upaya sendiri dan dapat meningkat hingga 41 persen dengan dukungan internasional, dibandingkan dengan scenario Business As Usual (BAU) pada 2030.
“Namun, dengan dukungan internasional, kami memiliki skenario yang lebih ambisius melalui low carbon compatible with Paris Agreement (LCCP),” lanjut Siti.
BACA JUGA: Pencegahan Virus Corona di KLHK Top Banget
Pada 2030, Indonesia akan mendekati pada kondisi sebagai penyerap karbon netto di sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News