
GenPI.co - Tradisi nyadran hingga saat ini masih dipertahankan warga dengan membersihkan sendang sekaligus menangkap ikan lele di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang.
Mereka menggelar tradisi Sadranan Sendang Gede. Menurut sesepuh warga Pudakpayung Kemo, kegiatan ini diadakan tiap bulan Ruwah pada hari Jumat pahing penanggalan Jawa untuk menyambut datangnya Ramadan.
“Dalam ritual ini, warga bersama-sama membersihkan sendang yang airnya dimanfaatkan saat musim kemarau,” terangnya, Jumat (12/4).
Alhasil, ratusan warga berbondong-bondong menuju Sendang Gede sejak Jumat pagi. Dengan membawa ‘senjata’ ember dan gayung, kaum pria membersihkan sendang yang selama ini menjadi sumber air utama warga sekitar.
Baca juga: Sedang di Semarang? Sambangi Wisata Anti Mainstream ini
Menariknya, mereka tidak sekedar membersihkan. Namun juga sekaligus memburu ikan lele yang memang sudah ditebar di lokasi sejak lama.
Sementara warga lainnya memotong ayam kemudian memasaknya untuk disantap bersama setelah membersihkan sendang. Sadranan ini sudah dilakukan turun-temurun dimana setiap warga yang datang ke sendang membawa makanan untuk dimakan bersama usai bersama-sama menguras air sendang.
”Acara sadranan ini sudah menjadi tradisi warga untuk menghormati leluhur yang menjadi cikal bakal keberadaan Kelurahan Pudakpayung ini,” tukasnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News