
GenPI.co - Harimau Sumatra kembali mengganas di kecamatan Teluk Meranti, kabupaten Pelalawan Riau. Seekor sapi milik warga diduga diserang oleh hewan karnivora itu. Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun diterjunkan ke lokasi.
"Kita menerima kabar dari perangkat desa bahwa dalam sepekan ini ada harimau liar masuk ke pemukiman penduduk," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono, ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan, Kamis (11/4).
Suharyono mengatakan, saat ini Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau telah sampai di lokasi konflik satwa liar harimau Sumatra di desa Labuan Bilik. Tim bersama pihak terkait yaitu Babinkamtibmas, Polsek Teluk Meranti, Sekretaris desa Labuan Bilik dan masyarakat setempat langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian sapi yang diduga digigit satwa dilindungi tersebut.
Tim Rescue BBKSDA Riau telah sampai di lokasi konflik satwa liar harimau Sumtara di desa Labuan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan Riau (Foto: BBKSDA Riau).
Suharyono menhelaska , Sekretaris desa Labuan Bilik memberi informasi bahwa peristiwa terjadi pada hari Minggu pagi. Namun di tempat kejadian tidak ditemukan jejak harimau. Tanah keras dan sudah terkena hujan sehingga jejak Harimau tersebut tidak dapat ditemukan.
“Namun ada seorang warga melihat langsung sekitar tiga minggu lalu, sementara seminggu terakhir ini warga mendengar suara harimau setiap malam," tutur Suharyono
Ditambahkannya, hampai saat ini tim masih menggali informasi dari masyarakat sekaligus persiapan pemasangan camera trap
Pihak BKKSDA Riau juga melakukan sosialisasi ke masyarakat dalam bentuk penyerahan buku tentang satwa liar yang dilindungi Undang Undang. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang membahayakan harimau.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News