
GenPI.co - Prosesi tabur bunga korban Sriwijaya SJ 182 menyisakan kisah pilu dan duka mendalam bagi keluarga para korban.
Isak tangis tak dapat dielakkan saat untaian bunga ditabur tepat di titik koordinat pesawat jatuh pada Jumat (22/1)
Hal itu dirasakan oleh salah seorang keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, yakni Heri Purnomo.
BACA JUGA: Dirut Sriwijaya Air Ucapkan Hal Menyentuh saat Acara Tabur Bunga
Dua orang keluarganya berada dalam penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak dengan nama penumpang Agus Munarni dan Muhammad Nur. Akan tetapi, baru Agus Munarni saja yang baru teridentifikasi.
Pada proses tabur bunga sebagai penghormatan terakhir kepada kepada para penumpang SJ-18, ia tidak bisa menahan air mata yang sangat deras mengalir.
"Terus terang saat menabur bunga wajah kakak saya itu terbayang sekali. Air mata terus mengalir terutama pada saat kami melihat permukaan air," katanya kepada wartawan, Jumat (22/1).
Heri merasa seakan melihat kedua wajah saudaranya saat menatap ke permukaan air laut tempat SJ-182 terjatuh.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News