
"Budaya di Bali itu selalu berkesinambungan. Sementara itu, tujuan dari budidaya itu sendiri untuk menjaga keberlangsungan ekosistem," urainya.
Oleh karena itu, Trenggono mengizinkan pihak balai untuk membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam berinovasi.
Dia juga meminta agar mereka menjadi kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai perguruan tinggi.
Menurut dia, mengindustrialisasikan hasil riset berperan penting demi pengembangan kegiatan-kegiatan riset itu sendiri.
"Hasilnya akan kembali ke pengembangan riset. Dalam prosesnya ini tidak bisa sendiri, bisa kerja sama dengan Udayana, ITS, Unair, dan Brawijaya. Ini harapan saya," urainya.
Sebelum berkunjung ke BBRBLPP Gondol, Trenggono juga meninjau budi daya lobster dalam keramba jaring apung di Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng, Bali.
BACA JUGA: Belajar dari Kasus Edhy Prabowo, Benih Lobster Tak Akan Diekspor
Dalam kunjungannya di Desa Sumberkima, Trenggono menegaskan bahwa dia akan all-out memajukan perikanan budi daya air laut maupun tawar di dalam negeri, termasuk lobster.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News